Jakarta,BANTENG POS-
Berbagai ragam komentar publik setelah menyaksikan pemandangan berbeda mewarnai Sidang Kabinet Paripurna yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026).
Perhatian publik tertuju pada perubahan formasi dan penataan tempat duduk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang tidak lagi ditempatkan persis di samping Presiden.
Dalam rapat resmi Kabinet Merah Putih tersebut, Gibran terlihat duduk di barisan depan yang sejajar dengan para Menteri Koordinator (Menko), tepat di sebelah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Penataan ini berbanding terbalik dari pola susunan tempat duduk yang lazim terlihat pada agenda-agenda rapat sebelumnya.Bahkan pada masa pemerintahan sebelumnya bahwa seorang wakil presiden duduknya bersebelahan dengan presiden.
Meskipun terdapat penyesuaian tata letak di jajaran pimpinan dan menteri, jalannya Sidang Kabinet Paripurna tetap berlangsung lancar dan khidmat.
Dalam pengarahannya, Presiden Prabowo menekankan dua poin utama kepada jajaran menteri, yakni evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pemerintah serta percepatan pelaksanaan program-program strategis dan penguatan fondasi pembangunan nasional.
Tapi publik menangkap makna yang beragam.Ada yang berpendapat justru Gibran memang tidak memiliki kemampuan untuk memberi pengarahan dan lebih tepat pada posisi diberi pengarahan.
Ada juga yang memaknai,penataan posisi duduk dalam Rapat Kabinet Merah Putih kali ini merupakan pukulan telak bagi putra sulung bekas Presiden Jokowi Widodo itu bahwa dirinya memang tidak mumpuni untuk jadi seorang Wakil Presiden Republik Indonesia.(***)
tim/redaksi
Tags
Jakarta
